Menghidupi Hidup Sepenuhnya dan Meminimalisir Kutukan Paradoksa Hidup.
Menghidupi Hidup Sepenuhnya dan Meminimalisir Kutukan Paradoksa Hidup. Oleh: M.Iqbal.M Tidak dapat dipungkiri bahwa memang semua manusia itu lemah dan pengecut. Sehingga setiap manusia memerlukan pegangan sebagai kekuatan untuk menjalani hidup yg serba berat dan absurd. Namun, manusioa yg lebih lemah dan pengecut ialah manusia yg memanfaatkan dogma untuk menjalankan upayanya dalam membuat tatanan yg tidak setara (persamaan hak, tanpa hirarki dan kompetisi) antara setiap manusia. Misalnya, ketika slogan transenden seperti allah hu akbar, yg digunakan ketika menghadapi sebuah keadaan konfrontatif. Saya berkata demikian bukan berarti saya mengetahui solusi lain dalam menangkal ketakutan psikis kita terhadap konfrontasi yg tengah berlangsung, melainkan saya berkata demikian demi terwujudnya suatu keadaan bahwa konfrontasi ialah suatu yg harus ditiadakan sejak dalam pikiran. Kita sebagai manusia di tengah dunia absurd ini, hendaknya sangat menghargai kenyataan bahwa hidup iala...